Cara membuat blog gratis di blogspot atau blogger, untuk membuat akun di blogger atau blogspot ini sama seperti halnya ketika membuat blog di blog WordPress.com, Multiply.com, dll. Dalam hal ini kita hanya perlu alamat email untuk melakukan setup blog baru di blogpsot, dan alamat email pun tidak mesti dari Google Mail. Tujuan dari pembuatan blog dapat bermacam-macam, karena blog dapat dijadikan sebagai catatan pribadi, tempat berbagi ilmu, tempat melakukan berbagai bisnis online, dan lain-lain.
Blog di blogspot atau blogger.com ini selain tempat sharing, juga dapat dijadikan lahan dalam menghasilkan uang lewat internet. Karena blogspot ini lebih memiliki keunggulan dibandingkan dengan WordPress.com, karena dengan memiliki blog di blogspot kita dapat menjadikannya tempat meletakkan berbagai macam bisnis online untuk menambah penghasilan tentunya.
Blog dari Google ini selain gratis, kita juga dapat menambahkan atau mengganti URL subdomain blogspot (blogsaya.blogpsot.com) dengan domain milik kita sendiri (blogsaya.com) seperti pada blog yang lainnya. Yaitu dengan mengkustomasi URL tersebut dengan membeli atau mengontrak domain baru. Sehingga kita dapat memiliki blog dengan domain yang kita pilih sendiri.
Langkah membuat blog di blogspot telah saya sediakan dalam format pdf, silakan download melalui link di bawah, kemudian jalankan atau buka file tersebut dengan salah satu PDF Reader favorite Anda.
Download Link:
http://www.4shared.com/document/AtZ6EOjd/membuat-blog-di-blogspot.html?err=no-sess
Pencarian
Rabu, 16 Juni 2010
Jumat, 11 Juni 2010
Jumat, 04 Juni 2010
Selasa, 01 Juni 2010
Sabtu, 15 Mei 2010
Kamis, 13 Mei 2010
Senin, 10 Mei 2010
62,7 Persen Remaja Indonesia Pernah ML
[62,7 Persen Remaja Indonesia Pernah ML] 62,7 Persen Remaja Indonesia Pernah ML
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring merasa prihatin dengan semakin maraknya peredaran pornografi di kalangan remaja dan anak-anak. Bahkan, Komisi Perlindungan Anak (KPA) mengungkapkan 97 persen remaja pernah menonton atau mengakses pornografi. Pula didapatkan, sebanyak 62,7 persen remaja pernah melakukan hubungan badan atau dalam istilah remaja ML (making love).
"Survei KPA yang dilakukan terhadap 4.500 remaja di 12 kota besar seluruh Indonesia juga menemukan 93 persen remaja pernah berciuman, dan 62,7 persen pernah berhubungan badan, dan 21 persen remaja telah melakukan oborsi," ujar Tifatul dalam siaran persnya di Jakarta, Minggu (9/5/2010).
"Ini sangat memprihatinkan, saya minta semua pihak ikut mendukung upaya pembatasan distribusi konten negatif, baik melalui internet, maupun dunia perfilman. Semuanya harus terlibat menjaga generasi muda kita," ujar Tifatul.
Menkominfo juga menyatakan, pertarungan antar nilai-nilai budaya, pengaruh asing, setiap hari terus berlangsung, sehingga bangsa ini harus menjaga kekokohan nilai-nilai karakter bangsa. Jika tidak, maka Indonesia akan kehilangan identitas sebagai bangsa besar.
"Penyebaran konten negatif tersebut banyak disalurkan melalui sarana IT, terutama konten asing yang dijual kepada kita, bahkan konten tersebut banyak yang merusak nilai-nilai budaya bangsa," ujarnya.
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring merasa prihatin dengan semakin maraknya peredaran pornografi di kalangan remaja dan anak-anak. Bahkan, Komisi Perlindungan Anak (KPA) mengungkapkan 97 persen remaja pernah menonton atau mengakses pornografi. Pula didapatkan, sebanyak 62,7 persen remaja pernah melakukan hubungan badan atau dalam istilah remaja ML (making love).
"Survei KPA yang dilakukan terhadap 4.500 remaja di 12 kota besar seluruh Indonesia juga menemukan 93 persen remaja pernah berciuman, dan 62,7 persen pernah berhubungan badan, dan 21 persen remaja telah melakukan oborsi," ujar Tifatul dalam siaran persnya di Jakarta, Minggu (9/5/2010).
"Ini sangat memprihatinkan, saya minta semua pihak ikut mendukung upaya pembatasan distribusi konten negatif, baik melalui internet, maupun dunia perfilman. Semuanya harus terlibat menjaga generasi muda kita," ujar Tifatul.
Menkominfo juga menyatakan, pertarungan antar nilai-nilai budaya, pengaruh asing, setiap hari terus berlangsung, sehingga bangsa ini harus menjaga kekokohan nilai-nilai karakter bangsa. Jika tidak, maka Indonesia akan kehilangan identitas sebagai bangsa besar.
"Penyebaran konten negatif tersebut banyak disalurkan melalui sarana IT, terutama konten asing yang dijual kepada kita, bahkan konten tersebut banyak yang merusak nilai-nilai budaya bangsa," ujarnya.
Langganan:
Postingan (Atom)

